Forum Karang Taruna Kecamatan Banjarmangu menyelenggarakan Jambore ke- 4 (empat) di Lapangan Desa Kendaga. Acara yang berlangsung pada tanggal 1, 2, 3 Juli 2023 kali ini mengusung tema
. Setelah vakum kurang lebih 3 tahun lamanya akibat pandemi yang melanda dunia.
Karang Taruna Cahaya Muda Banjarmangu ikut serta dalam gelaran jambore tingkat kecamatan dengan mengirim dua regu yang terdiri dari 12 putra dan 12 putri ini menjadi titik balik munculnya semangat baru dari pemuda di Desa Banjarmangu, bahwa representasi dari kemajuan sebuah desa adalah pergerakan pemuda yang peduli terhadap lingkungan dan pembangunan karakter pemuda yg kreatif dan berjiwa mandiri sebagai generasi penerus bangsa.
Berbagai macam kegiatan yang diikuti antara lain lomba paduan suara, LCC, pentas seni, mini bola voli, jelajah alam dan loka latih penanggulangan bencana kebakaran, pulasara jenazah, videografi. Karang Taruna Cahaya Muda membuahkan hasil positif dengan memboyong satu piala pada kategori tergiat ke tiga lomba paduan suara. Dengan persiapan yang singkat, diburu oleh waktu dan kesibukan setiap peserta, ini merupakan tren yang positif bagi peserta karena bisa menjadi motivasi kedepan untuk lebih maksimal dalam mempersiapkan segala hal berkaitan dengan keikutsertaan di jambore tahun yang akan datang.
Turut membersamai dalam kegiatan berlangsung dewan pembina, kepala desa dan seluruh jajaran perangkatnya menambah semangat para peserta dalam menjalankan tugasnya selama di jambore.
Hal yang tak kalah menarik dari peserta jambore perwakilan desa Banjarmangu ialah saat penampilan petas seni yaitu menampilkan drama dengan latar cerita terjadinya desa Banjarmangu yang mengangkat empat tokoh sakral yaitu Sunan Giripit, Sunan Giri Wasiat, Nyai Sekati dan Kyai Ageng Maliyu, drama ini menceritakan tentang tiga bersaudara yang termangu ditepian sawah yang luas yang dikelilingi perbukitan indah dan bertemu dengan seorang pendakwah yang sedang bertafakur,hingga tiga orang tersebut kebingungan maka tercetuslah nama Banjarmangu, Banjar ialah sawah dalam bahasa Sanskerta dan mangu adalah tempat dimana tiga orang tersebut merenung untuk mencari arah tujuan. Seusai pentas seluruh perwakilan peserta menyanyikan lagu jingle prodak original musisi desa Banjarmangu yang berjudul "Desaku Banjarmangu" ciptaan Yudi abay.
(kahayunan)